MALANG – Aula Gedung C UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi saksi lahirnya sebuah identitas baru bagi keluarga besar Pendidikan Bahasa Arab (PBA) angkatan 2025. Melalui perhelatan bertajuk MIKRA: Merajut Identitas Angkatan dengan Semangat Keilmuan Bahasa Arab, ratusan mahasiswa secara resmi mengukuhkan nama perjuangan mereka: El-Fakhriyah pada Ahad (08/03). Mengenakan busana serasi bernuansa navy dan hitam, mereka berkumpul di bawah langit Kota Malang yang cerah untuk memulai babak baru perjalanan akademik mereka.
Acara
dibuka secara khidmat melalui lantunan selawat dari tim Hadroh serta pembacaan
ayat suci Al-Qur'an oleh Syabab Rofiul Umam. Keseriusan dan semangat terpancar
jelas saat Syabab Abyan Izzul Islam, selaku Ketua Pelaksana, menyampaikan
sambutannya. "Kerja keras seluruh panitia hari ini adalah bukti awal
bahwa kita mampu merajut kebersamaan demi tujuan yang besar,"
ungkapnya dengan penuh apresiasi. Hal ini disambung dengan orasi dari Ketua
Angkatan PBA 2025 yang menegaskan bahwa El-Fakhriyah harus menjadi simbol
persatuan tanpa batas bagi seluruh anggota angkatan.
Momen
puncak yang dinantikan tiba saat nama "El-Fakhriyah" resmi dikukuhkan
secara simbolis. Didampingi oleh jajaran pimpinan angkatan, Ketua Program Studi
Pendidikan Bahasa Arab, Bapak Dr. Ahmad Mubaligh, memberikan pesan mendalam
bagi seluruh mahasiswa. "Nama El-Fakhriyah memiliki makna 'Kebanggaan',
maka jadikanlah identitas ini sebagai motivasi untuk terus mengukir prestasi
akademik maupun akhlak yang membanggakan almamater tercinta," tutur beliau
dalam wejangannya yang menyentuh.
Kemeriahan
MIKRA kemudian berlanjut dengan panggung kreativitas yang memukau hadirin.
Penampilan duet Ghina’ Araby oleh Syababah Radwa dan Syabab Muslim
berhasil menghidupkan suasana, disusul oleh kepiawaian Syababah Nuha dalam Taqdimul
Qishoh yang sangat ekspresif. Tak berhenti di situ, aula kembali dibuat
kagum oleh gerakan anggun para mahasiswi dalam tari kreasi yang mempesona.
Sebagai penutup rangkaian seni, penampilan musik akustik Araby oleh Syababah
Vivi dan Syabab Alfian hadir membawa nuansa Timur Tengah yang kental, menutup
sesi pertunjukan dengan penuh kesan.
Menjelang
senja, sebuah momen hangat tercipta melalui sesi dokumentasi bersama para tamu
undangan sebelum seluruh hadirin menunaikan salat Magrib berjamaah. Acara
mencapai puncaknya pada sesi buka puasa bersama yang diiringi penayangan video
dokumentasi masa semester satu. Tawa dan haru pecah seketika saat memori awal
perkuliahan diputar kembali, mengukuhkan ikatan batin El-Fakhriyah untuk terus
bergerak bersama sebagai satu keluarga besar yang membanggakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar