MALANG – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab
(HMPS-PBA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan Gebyar
Apresiasi Khazanah Araby (GAZA) XIV pada 21–23 September 2026. Mengusung tema
“Evolusi Digital Bahasa Arab di Era AI”, agenda tahunan ini menjadi wadah bagi
para siswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kecintaan terhadap
bahasa dan khazanah Arab.
Rangkaian GAZA
XIV resmi dibuka pada Senin (21/9) pagi di Aula Rektorat Lantai 5 UIN Maulana
Malik Ibrahim Malang. Sejak pagi, panitia dan peserta telah memadati lokasi
untuk mengikuti registrasi, briefing dan persiapan teknis. Pembukaan diawali
dengan penampilan seni Al-Banjari serta penayangan official theme
song GAZA XIV.
Prosesi
pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu
Indonesia Raya, Hymne UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Mars PBA. Rangkaian
sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana GAZA XIV, Ketua HMPS-PBA, Sekretaris
Program Studi PBA yang mewakili Kaprodi, Dr. Risna Rianti Sari, M.Pd.I., serta
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim
Malang. Pembukaan turut dimeriahkan dengan Tari Tradisional, Flag Dance, dan
penyerahan cinderamata kepada tamu undangan.
Usai rangkaian
seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan seminar bertema evolusi bahasa di era
kecerdasan buatan (AI). Melalui pemaparan materi dan sesi tanya jawab, peserta
diajak berdiskusi dan memperluas wawasan mengenai perkembangan bahasa Arab di
tengah pesatnya transformasi teknologi. Pada hari pertama diadakan cabang lomba
Khitobah bertempat di Aula lantai dua Gedung Microteaching dan cabang
lomba Qiro’atus Syi’ir bertempat di ruang sidamg Gedung Sport Center.
Memasuki hari kedua, Selasa (22/9), suasana GAZA XIV beralih pada
rangkaian kompetisi yang tersebar di beberapa lokasi kampus. Cabang perlombaan
Imathah dipertandingkan di Aula Gedung C, Munadzarah Ilmiah di Aula MT Lantai
2, dan Kaligrafi di Aula Gedung SC Lantai 2. Para peserta menampilkan kemampuan
dan kreativitas terbaik mereka di masing-masing bidang yang diikuti.
Rangkaian perlombaan berlanjut pada hari ketiga, Rabu (23/9),
dengan cabang Taqdimul Qishah di Ruang Sidang SC, Ghina ‘Arabiy di Aula Gedung
C, serta MQK di Aula Halaqoh Lantai 2. Beragam kompetisi ini menjadi ruang bagi
peserta untuk mengaktualisasikan kemampuan berbahasa Arab melalui seni,
komunikasi, sastra, dan keilmuan.
Setelah seluruh rangkaian kompetisi selama dua hari berlangsung
sengit dan penuh semangat, kemeriahan GAZA XIV mencapai puncaknya pada malam
penutupan yang digelar di Aula SC Lantai 2. Acara diawali dengan pembukaan
formal, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan, serta
penyampaian sambutan dan pesan mendalam dari para pimpinan fakultas dan program
studi, sebelum ditutup dengan pembacaan doa.
Dalam sambutannya, Dekan FTIK menyampaikan apresiasi tinggi atas
penyelenggaraan GAZA XIV sekaligus komitmen untuk mendukung pengembangan
kegiatan pada gelaran berikutnya. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah
kerja sama antara pihak pengelola GAZA dan fakultas dalam mengurus golden ticket
bagi peserta yang meraih apresiasi pada penyelenggaraan mendatang. Sementara
itu, Kaprodi PBA, Dr. Ahmad Mubaligh, M.HI., menyampaikan harapan agar potensi
dosen yang memiliki jejaring internasional dapat dioptimalkan untuk menjaring
peserta internasional pada penyelenggaraan berikutnya. Para senior PBA turut
menyampaikan apresiasi kepada panitia karena telah melanjutkan estafet keilmuan
dan berharap GAZA terus menjadi bagian dari proses perkembangan mahasiswa PBA.
Suasana malam puncak semakin meriah melalui rangkaian Fashion Show,
penayangan after movie, pertunjukan drama, hingga penampilan talenta
Ghina ‘Arabiy. Kemeriahan berlanjut dengan pengumuman para pemenang dari
seluruh cabang perlombaan, mulai dari MQK, Taqdimul Qishah, Khitobah, Qira’atus
Syi’ir, Idza’atul Akhbar, Ghina ‘Arabiy, Kaligrafi, Imathah, dan Munadzarah
Ilmiah, hingga penghargaan Instansi Ter-Aktif serta pengumuman juara umum yang
menjadi momen paling dinantikan dalam rangkaian GAZA XIV.
Rangkaian GAZA XIV yang berlangsung selama tiga hari ini resmi
ditutup oleh MC nonformal, dilanjutkan dengan dokumentasi bersama seluruh
panitia dan peserta. Pelaksanaan selama tiga hari tersebut tidak hanya
menghadirkan ajang kompetisi, tetapi juga mempertemukan peserta dalam ruang
belajar, berkarya, berkomunikasi dan mengapresiasi bahasa serta kebudayaan
Arab.
GAZA XIV menjadi momentum bagi mahasiswa PBA untuk menghidupkan
bahasa Arab melalui kreativitas dan keberanian berkarya. Kegiatan ini
membuktikan bahwa bahasa Arab tidak berhenti sebagai materi pembelajaran di
ruang kelas, tetapi dapat tumbuh melalui seni, kompetisi, komunikasi, dan
kolaborasi. Melalui penyelenggaraan ini, HMPS-PBA FTIK UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang turut membangun ruang bagi peserta untuk mengenali,
mengapresiasi, sekaligus mengembangkan khazanah Arab secara lebih dinamis. Di
tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, GAZA XIV menjadi
bagian dari upaya menjaga keberlanjutan estafet keilmuan dan kebudayaan bahasa
Arab, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus beradaptasi, berkreasi, dan
berkarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar